Saat Dramatik dan Getir Detik Seorang Ibu Melahirkan di Koridor Hospital….

Gambar-gambar dramatik menunjukkan bagaimana seorang ibu berjuang melahirkan anak bongsunya di koridor hospital, hanya kerana terlambat mencapai tempat bersalin.

Jesica Hogan, yang berasal di Riley, Kansas menyambut anak kelima dan satu-satunya anak lelakinya di keluarga tersebut.

Namun, kisah menakjubkannya itu baru tersebar dan menjadi viral setelah tukang gambar kelahirannya, Tammy Karin memuat naik peristiwa itu dalam sebuah video.

Jesica mengaku telah mengalami kontraksi beberapa hari sebelum kelahiran bayi yang diberi nama Max itu.

Dia dan suaminya Travis seterusnya pergi ke hospital, namun kembali ke rumah lagi setelah beberapa hari menunggu puteranya yang tidak kunjung lahir.

Saat itulah, Jessica mulai risau dan tidak tahu apabila persalinannya tiba.

“Saya kehilangan kepercayaan dan kemampuan saya untuk memberitahu bilakah persalinan saya akan tiba, dan kehilangan kepercayaan diri terhadap reaksi tubuh saya untuk mengetahui isyarat untuk bersalin.

Akhirnya, suatu malam, Jesica mula mengalami kontraksi sekali lagi tapi tidak berpikir akan terjadinya apa-apa.

Dirinya mengatakan pada suaminya, jika ia seharusnya bersalin pada ketika itu atau dia tidak menyedari jika dia ingin melahirkan.

Atau semuanya akan terlambat.

“Saya tetap terjaga sampai sekitar pukul 2 pagi. Saat itulah, saya menulis di sebuah ‘group’ tentang kontraksi yang saya alami dan ketakutan jika tak tepat waktu tiba di hospital,” jelasnya.

Naluri Jesica benar-benar terjadi.

“Sebagai gantinya, saya akhirnya putuskan untuk merehatkan diri sebentar,” kisahnya.

Namun, ketidaknyamanan kontraksi meningkat, membuat Jessica merasa ‘Inilah waktunya’ dan mulai membangunkan suaminya.

Saat itu, air ketubannya pecah.

Kerisauan meningkat kalau-kalau tidak sempat sampai hospital

Bagaimana pun, Travis tetap tenang dan mengantarnya ke rumah sakit sekitar pukul 3 pagi.

Sesuatu terjadi dengan begitu cepat, malah membuatkan Jessica tidak sempat mengenakan seliparnya.

Dalam perjalanan menuju ke hospital, Jessica merasakan bahawa kandungannya turun setiap kali dia mengalami kontraksi.

Ketika Travis berhenti di hospital, dia melihat belum ada yang keluar dan segera membantu isterinya keluar dari kendaraan.

“Saya katakan padanya jika kandungannya itu berkemungkinan akan keluar tidak lama lagi. Dan hasilnya saya tidak boleh bergerak.

Tapi, akhirnya saya memaksakan diri keluar dari tempat duduk kereta dan berjalan masuk.

Saya berhasil melewati pintu automatik kedua, ke koridor depan yang untungnya tidak berkarpet,” kenang Jesica.

Sampai akhirnya dia merasakan ada sesuatu yang akan keluar dan mulai melepaskan seluarnya.

“Saya kemudian melepas seluar disebabkan saya merasakan tubuh saya memberikan isyarat kuat untuk mengeluarkan kandungan saya.

Saya menghulurkan tangan dan boleh merasakan kepalanya menyentuh tanganku.

Saya mulai menatap suami dan mengatakan kepadanya, ‘Travis tangkap dia!’,” cerita Jesica.

Tanpa ragu, Travis melakukan hal itu dan tanpa disedarinya Jesica sudah pun dalam fasa kelahirannya selama perjalanan.

Jururawat segera berlari menyusuri lorong untuk membantu Jesica menjalani sisa kelahirannya.

Membantu ibu itu berbaring di koridor dan menyuruhnya untuk mengejan.

“Dengan satu tolakan lagi seperti yang diarahkan oleh jururawat, dan satu-satunya tolakan yang saya berikan, merasakan kandunganku sebenarnya akan keluar,” lanjutnya.

Max lahir tepat pada pukul 03.38, 25 minit sejak air ketuban pecah di rumah.

Max mengambil sedikit waktu sebelum melepaskan tangisan pertamanya.

Dia kelihatan sangat pucat karena kelahirannya yang cepat.

Tapi, akhirnya segalanya berakhir dengan baik.

Gambar-gambar manis menunjukkan lima adik beradik perempuan Max melihat adik lelakinya bersama dengan kedua orang tua dengan bangga.

“Itu adalah kelahiran saya yang paling gila, tapi itu jugalah paling sempurna.

Bukan sesuatu yang bukan saya rancangkan, tapi itu berakhir tanpa gangguan apa pun, dengan bayi yang sihat, dan orang-orang luar biasa yang menyokong saya.

Pengalaman yang indah dan saya akan selamanya mencintai setiap kenangan itu,” simpul Jesica.

Sumber: http://style.tribunnews.com